Munsi (Musyawarah Nasional Sastrawan Indonesia) III yang dilaksanakan Badan Bahasa pada tanggal 2-5 November 2020 melalui daring dan luring telah usai. Tapi sampai hari ini, masih tersimpan kesan mendalam dari kegiatan ini. Sebagai salah satu peserta yang lolos seleksi beberapa bulan lalu, saya tak bisa menampik bahwa perhelatan besar ini sungguh memberikan dampak dan energi positif bagi saya. Dan saya yakin, begitu pula yang dirasakan 198 sastrawan se-Indonesia--baik melalui proses seleksi maupun undangan--yang mengikuti kegiatan ini, meski kesan dan dampak itu belum tentu sama. Pada pembukaan Munsi 3, Kepala Badan Pengembangan dan Pembinaan Bahasa menerima berbagai pertanyaan, masukan, atau keluhan para sastrawan se-Indonesia. Di antaranya adalah tentang perlunya karya sastrawan Indonesia diterjemahkan ke dalam bahasa asing (Fahrunaz Jabar-Riau), perlunya perhatian pada daerah pedalaman dan kegiatan literasi di daerah 3T tidak dikurangi (Kunni Masrohati-Riau), Badan Bahasa pe...
Menjadi ibu rumah tangga bukanlah pekerjaan gampang. Kerjanya nonstop, tak pernah usai. Bosan atau jenuh, lelah dan letih, serta stres kerap menghampiri . Karena itu, ibu rumah tangga butuh me time . Ya, istilah keren dari waktu untuk diri sendiri. Kenapa me time diperlukan ibu rumah tangga? Sebab me time disinyalir mampu mengembalikan semangat, baik untuk ibu yang punya kerja sampingan atau pun tidak. Setelah me time , ibu rumah tangga biasanya kembali fresh dan siap berkutat dengan rutinitasnya sehari-hari. Nah, me time apa sih yang bisa bikin ibu rumah tangga kembali siap berjihad di keluarga? Kalau punya banyak dana, boleh saja shopping , berburu diskon, belanja tas atau sepatu baru. Tapi kalau dana minim dan anggaran untuk shopping sangat terbatas, ada beberapa alternatif me time murah meriah yang bisa dilakukan. Yuk, kita intip! 1.Tidur . Yup, tidur. Ini adalah me time yang paling gampang dan murah. Luangkan waktu untuk tidur setelah beres-beres atau mengasuh...