Langsung ke konten utama

Kelas Olahraga


SMPN 16 KOTA BENGKULU v.s.  SMPN 01 REJANG LEBONG



Gambar 1. Penyambutan SMPN 16 Bengkulu terhadap kelas olahraga SMPN 01 Rejang Lebong


Kamis, 24 November 2016 SMPN 16 Bengkulu kedatangan tamu istimewa. Tamu istimewa ini adalah siswa Kelas Olahraga SMPN 01 Rejang Lebong. Luar biasa bagi SMPN 16 menjadi tuan rumah studi banding dari sekolah lain, sebab dari segi akademik, SMPN 16 tergolong sekolah biasa.
Tidak unggul dari segi akademik, bukanlah ‘kiamat’ bagi SMPN 16 Kota Bengkulu. Prestasi diukir dengan gemilang di bidang olahraga. Lihat saja, SMPN 16 Kota Bengkulu berhasil melambungkan seorang siswi di pentas nasional tahun 2014, Rini Evilistiani. Siswi manis ini berhasil mendapatkan Juara I pada Lomba Pencak Silat di Jakarta. Wajar saja, jika atas prestasi ini SMPN 16 mendapatkan dana Kelas Olahraga dari Pemerintah Pusat. Dipanggilnya Kepala SMPN 16 Kota Bengkulu, Suharto, S.Pd dan guru olahraga, Rio Lebrian, S.Pd. ke Surabaya, adalah tindak lanjut perihal bantuan untuk Kelas Olahraga ini.

Gambar 2. Acara Pembukaan


Kelas Olahraga SMPN 16 Bengkulu mulai berjalan di tahun ajaran 2016-2017. Pada tahap awal, siswa berkompetensi disaring untuk masuk kelas olahraga. Kelas olahraga diajarkan pada sore hari, dipandu oleh Rio Lebrian dibantu seorang guru olahraga dari SMPN 18 Bengkulu. Kelas Olahraga SMPN 16 terdiri dari 3 cabang olahraga, yakni Pencak Silat, Lompat Jauh, dan Atletik.
Rombongan siswa kelas olahraga SMPN 1 Rejang Lebong tiba jam sebelas siang. Guru-guru dan siswa berbaris di depan gerbang menyambut kehadiran mereka. Sekitar 28 orang siswa dan guru serta kepala sekolah yang hadir dengan menggunakan 1 bus dan 1 mobil avanza. Banyak siswa SMPN 16 Bengkulu yang antusias dengan kedatangan tamu dari sekolah lain, sebab ini adalah kali pertama di SMPN 16 Kota Bengkulu sejak 10 tahun terakhir. Para tamu selanjutnya digiring untuk duduk di bawah tenda di lapangan upacara yang telah disiapkan SMPN 16 Kota Bengkulu.

Gambar 3. Pertandingan tenis meja

Setelah mengikuti acara pembukaan, siswa dari kedua sekolah langsung berkumpul di lapangan untuk menerima pengarahan tentang aturan main tanding persahabatan. Ada 3 mata lomba yang diadakan, yakni tenis meja, pencak silat, dan lompat jauh. Lokasi lomba tenis meja diadakan di bawah auning dekat lapangan upacara, pencak silat diadakan di lapangan futsal, dan lompat jauh diadakan di lapangan bola volley. Berhubung SMPN 16 Bengkulu tak mengadakan kelas olahraga tenis meja, maka agak kesulitan mencari siswa yang hendak bertanding tenis meja dengan siswa SMPN 01 Rejang Lebong. Walau akhirnya ada dua orang siswa yang ‘rela’ bertanding, namun harus ikhlas dengan angka 0 di babak pertama dan beberapa saja point di babak kedua.

Gambar 4. Pertandingan Lompat Jauh

Tak ada pemenang pada tanding persahabatan ini. Pertandingan dilakukan hanya sebagai tanda persahabatan dari dua sekolah yang sama-sama memiliki kelas olahraga. Meski penampilan siswa SMPN 16 Bengkulu di tenis meja kalah telak, namun pada penampilan pencak silat dan lombat jauh SMPN 16 Bengkulu unggul dan tidak mengecewakan.
Gambar 5. Pertandingan Pencak Silat

Hingga pukul satu pertandingan dilaksanakan. Gerimis telah usai di pertengahan pertandingan. Siswa dan guru kembali lagi ke tenda, dan selanjutnya diadakan acara penutupan sekaligus foto bersama. Tampak wajah ceria dari seluruh peserta dan dewan guru. Utama lagi setelahnya para tamu dibawa ke laboratorium IPA untuk menikmati kudapan dan makan siang. Hiburan organ tunggal dipandu Kusnadi, S.Pd. menambah kegembiraan. Dewan guru bernyanyi dan berjoged riang. Dari SMPN 16 Bengkulu para tamu dihibur oleh Tri Dhora, M.Pd., Lusi Susanti, S.Pd., dan Aslania, S.Pd.
 Acara selesai dan tamu pamit pulang menjelang pukul dua siang. Siswa SMPN 16 sejak acara makan-makan dan hiburan telah dipulangkan. Beberapa dewan guru mengantar ke depan gerbang, dengan sedikit lelucon atas insiden dua orang siswi SMPN 01 Rejang lebong yang tidak kunjung datang menuju bis yang terparkir di luar, serta seorang guru SMPN 16 yang bercanda hendak ikut ke Curup meninggalkan SMPN 16 tercinta. Suasana tetap seru dan riang gembira, hingga akhirnya bus dan mobil berangkat, ditingkahi ‘dadadada’ dewan guru yang melepas.
Gambar 6. Acara makan-makan dan hiburan

Kedatangan tamu istimewa kali ini meninggalkan kesan luar biasa, baik suka maupun duka. Masih terdapat beberapa kekurangan atas sambutan terhadap kedatangan tamu kelas olahraga, seperti ketidaksiapan SMPN 16 Bengkulu. Hal ini terlihat dari tidak tertibnya siswa yang hendak tampil, kurang sigapnya siswa saat berkumpul di lapangan, siswa yang ‘diuber-uber’ untuk tanding tenis meja, serta kendali lapangan yang diambil alih guru olahraga dari SMPN 01 Rejang Lebong, bahkan sampai pada menunjukkan tempat tanding yang sejatinya tidak ia ketahui kecuali guru-guru SMPN 16 Kota Bengkulu.
Hal ini mesti menjadi pelajaran bagi seluruh pihak di SMPN 16 Kota Bengkulu. Kedatangan tamu yang sempat tertunda dua kali dari rencana seminggu sebelumnya, bisa jadi membuat SMPN 16 Bengkulu tak begitu mempersiapkan kehadiran tamu. Belum lagi kedatangan tamu terlampau siang, sehingga kebersihan sekolah yang telah disiapkan seluruh siswa melalui aksi gotong royong sejak pagi-pagi sekali kembali semraut dan kotor. Acara yang terlampau siang juga membuat siswa ‘lelah dan lesu’ karena jatah pulang mereka terhambat tidak seperti biasanya.

Meski masih terdapat kekurangan—dan sejatinya ini adalah pembelajaran, kesan yang diberikan para guru SMPN 01 Rejang Lebong terhadap SMPN 16 luar biasa. Mereka terkesan dengan kehangatan dan keakraban seluruh dewan guru. Dan sebelum pulang, mereka mengingatkan agar ada kunjungan balasan di masa yang akan datang.
Yiiihaaaa…! Selamat jalan, sampai jumpa lagi di lain kesempatan.












Komentar

Postingan populer dari blog ini

Cerpen berjudul "Bendera"

CERPEN BENDERA  KARYA RUMASI PASARIBU BENDERA Oleh: Rumasi Pasaribu             Kalau kau susuri gang dan tiba di ujung jalan, maka akan kau lihat bendera itu berkibar-kibar. Bukan di kantor atau instansi pemerintah. Bukan di sekolah. Bukan di taman makam pahlawan. Bukan di gedung kabinet. Juga bukan di rumah pejabat. Tapi hanyalah di sebuah rumah sederhana yang empunya baru saja pindah. Bendera yang berkibar-kibar itu juga bukan dipasang karena negeri sedang berkabung. Bukan dikibarkan karena sedang memperingati kemerdekaan republik ini. Bukan juga ditancapkan karena sedang ada pawai atau perayaan-perayaan. Bukan! Dan aku hanya ternganga ketika hari-hari berikutnya bendera itu tetap melambai-lambai. Tiada henti selagi angin masih berhembus. Tiada turun walau gelap terhunus. Bendera itu terus berkibar tak kenal waktu.             Aku yang merasa aneh sekaligus...

Menulis cs Memasak Roti

Menulis cs Memasak Roti Menulis dan memasak roti, pastinya adalah dua kegiatan yang berbeda. Tapi meskipun berbeda, tak bisa dipungkiri bahwa kedua-duanya adalah kegiatan yang harus dilakukan terus-menerus. Agar menghasilkan tulisan yang baik, tentu seseorang harus terus menulis. Begitupun kalau ingin menghasilkan roti yang gurih dan lezat, tentu seseorang harus sering memasak roti. Sebagai proses, tentu ada fenomena-fenomena yang dihadapi pembuat roti atau si penulis. Ketika memasak roti hari ini, bisa jadi rotinya bantat. Esoknya, ternyata roti masih mentah meskipun di luar warnanya telah berubah coklat dan tampak matang. Bahkan lusa, roti yang dimasak tak mengembang karena kekurangan air dalam adonan. Lain waktu, roti mengembang dengan sempurna sehingga hati koki bahagia, tapi ternyata beberapa waktu berikutnya kue kempes dan berkerut bentuknya. Ah, begitu banyaknya alasan yang membuat seorang koki pemula akhirnya menghentikan ujicoba membuat roti yang gurih dan lezat! Seor...

Artikel Menulis

“ MENULIS BERSAMA” PADA PEMBELAJARAN MENULIS CERPEN Oleh Rumasi Pasaribu [1]             Menulis, bagi sebagian besar siswa merupakan sebuah masalah. Tak hanya siswa, gurupun terkadang mengalami berbagai kendala dalam menulis. Dimulai dari mencari ide atau inspirasi, menuangkan ide dalam kalimat pertama tulisan, mengembangkan tulisan menjadi paragraf-paragraf, kesulitan mencari judul, hingga menyunting tulisan menjadi sebuah tulisan yang padu, logis, dan sesuai dengan EYD. Semua masalah ini menjadi momok yang menakutkan bagi pembelajaran menulis kita.             Banyak teori dan cara praktis yang dilakukan oleh para pendidik maupun para ahli untuk meningkatkan kemampuan menulis siswa. Di toko buku, banyak buku teori praktis mengatasi kesulitan dalam menulis, baik fiksi maupun nonfiksi. Akan tetapi, pada praktiknya menulis tetap saja sesuatu yang sulit. Ditamba...